Dia

Pertama kulihat, biasa saja

Kedua kali bertemu, masih biasa

Ketiga kalinya aku mulai heran… kenapa ada perasaan nyaman. Ada satu keinginan terlarang yang tak akan pernah aku lakukan, aku ingin bersandar di bahunya. Ingin memeluknya dan melepas penatku di punggungnya..

Aku menyerah untuk mempertahankan imajinasi liarku. Setan lebih kuat ternyata. Cukup satu kata untuknya, sederhana.. Perhatian yang sederhana. Kepedulian yang sederhana. Celotehan sederhana. Layanan yang sederhana. Pandangan yang sederhana. Tapi itulah indahnya, begitu sederhananya Dia.

Andai Dia tahu apa yang kukagumi darinya. Andai aku tahu kenapa aku merasakan ini semua.

Hingga sampai saat aku menulis ini, kenangan bersamanya akan selalu indah.. Belum ada cacat yang melukai pandanganku terhadap dia…

Siapapun yang memiliki Dia saat ini dan seterusnya, semoga tak menyia-nyiakannya. Karena dia begitu indah… Hati yang lembut itu… Sikap yang sederhana itu, memang sudah tak mungkin termiliki olehku.. Aku bersyukur akan kesempatan yang ada bersamanya…

Dia..

Andai Dia tahu..

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: