Ketika ALLAH mengijinkanku menghentikan WAKTU!

Andai waktu itu mau menurutiku, mungkin tak akan begini jadinya. Seandainya jarum jam di seluruh dunia berkenan mengabulkan pintaku, mungkin tak akan begini jadinya. Satu-satunya cita yang mungkin tak akan pernah tercapai dalam hidupku adalah menghentikan hal simpel yang biasa dipanggil “waktu”.
Seandainya waktu mau menurutiku…
Mungkin berita-berita kecelakaan di saat sarapan pagi, tak pernah ada. Mungkin berita-berita perceraian artis sebagai santapan rohani ibu2, pun tak kan pernah ada. Andai waktu berhenti sebelum itu semua terjadi…

Seandainya waktu menurutiku…
Mungkin tak akan pernah ada wanita2 yang tersakiti, karena sebelum pria-pria hidung belang menyakiti mereka, waktu akan aku berhentikan dan memutarnya kembali ke arah yang sebaliknya.

Seandainya saja waktu mau menurutiku,
Mungkin tak akan pernah ada kata perpisahan, selamanya terjebak dalam kehangatan sebuah keadaan…

Tapi andaikata bisa pun, andaikata Allah memberiku jackpot untuk mengabulkan mimpiku itu, tentulah aku tak tega melakukannya. Karena waktu bukan hanya milikku. Semua orang punya waktu..
Katakan saja aku bisa menghentikan waktu sebelum kecelakaan terjadi, tentulah si redaksi media masa akan bersedih, karena dia berharap waktu tetap berjalan. Atau mengijinkan waktu berhenti, minimal tidak di saat itu.
Katakan aku bisa menghentikan waktu sesaat sebelum sidang perceraian dilaksanakan, tentu hakim akan merasa dipermainkan dengan itu.
Katakan aku bisa menghentikan waktu sebelum wanita merasa tersakiti, tentu para wanita akan selamanya menjadi mahluk lemah yang tak pernah belajar untuk “menjadi kuat”.
Katakan aku bisa menghentikan waktu di suatu keadaan sehingga tak pernah ada kata “akhir”, mungkin akan ada beberapa orang yang bersedih, sebab di saat itu dia ingin waktu itu segera berakhir. Saat yang bagiku hangat, bisa jadi adalah neraka baginya…Padahal kita ada di dimensi waktu yang sama…
Tegakah aku memakai jackpot yang diberikan Tuhan untuk menghentikan waktu??
Sebegitu egoiskah aku hingga tak melihat kenyataan bahwa “waktu” bukan hanya milikku saja?

Think before Ink!!
Lho???

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: