UTK se2ORG…

aku ga marah Mas, pas tadi malem Mas bilang kalau Mas mulai ngerasain sayang…
memang ada sedikit rasa kesal, tapi bukan karena itu. Bagiku semua orang berhak menyampaikan apa yang dirasakannya, dan perasaan itu adalah pemberian dari Allah. kita bahkan tak bisa mengaturnya…
Namun ketika banyak pendapatku yang kusampaikan, seakan-akan tertolak sama Mas, itu yang membuat aku rada kesal. Prinsip2 yang kusampaikan, salah satunya bahwa tak ada kata PACARAN lagi dalam kamus hidupku, Mas seakan-akan ga terima. dan aku merasa dipaksa mengikuti apa pendapat Mas. bahwa pacaran itu perlu…
itu yang menyebabkan aku berpikiran lain tentang Mas, Mas sedikit egois.
semua orang berhak menyampaikan pendapatnya, apa yang menjadi pegangan dan prinsip hidupnya.. begitupun denganku, aku punya hak untuk menyampaikannya
aku tak suka menghargai prinsip dan pendapat orang lain, walaupun mungkin sangat berlawanan dengan pendapat atau prinsipku. tak pernah ada niatan untuk membantah, atau bahkan memaksakan prinsip2ku pada orang lain, dan begitu pula sebaliknya. aku pun ga suka prinsip2ku dibantah dan disepelekan, lebih ga suka lagi kalau aku dipaksa mengikuti apa yang menjadi prinsip mereka… Salut buat mereka yang menghargai prinsip orang lain…
aku bukan anak kecil lagi yang hanya ikut-ikutan. aku memutuskan suatu keputusan atau prinsip, itu bukan omong kosong belaka, atau sekedar iseng-iseng. prinsip2ku itu kudapat dengan pengalaman dan pengambilan hikmah, dan itu ga mudah… dan ku yakin semua orang yang berprinsip, dia memperolehnya ga cuman sekedar ikut2an prinsip orang lain, tapi ada andil masa lalunya dan pengalamannya…
Jadi tolong hargai prinsip2ku… walau mungkin berbeda, bukan berarti kita ga bisa berdampingan…
Tidak ada kebenaran objektif di dunia ini, tidak ada prinsip yang benar-benar objektif kebenarannya di dunia ini…
kecuali prinsip2 yang didatangkan oleh Allah…
aku ga muluk-muluk kok, misalnya saja, kenapa aku ga pacaran, karena Allah ga pernah membahas kosa kata itu dalam perintah-perintahNya…
kenapa aku ga menyentuh yang bukan muhrim, karena ku tahu Allah ga suka itu, dan masih banyak lagi…
aku cuma belajar untuk lebih objektif menurut pandangan Allah, masih dalam taraf belajar
aku ingin menyukai apa yang disukaiNya, membenci apa yang dibenciNya
Salahkah seperti itu?
hidup itu hanya sebentar, ga ada yang abadi di dunia ini kan? aku merasa baru kemarin aku SD, berkumpul dengan ayah ibu dengan kemesraan semu mereka,
ternyata waktu itu sudah lama sekali berlalu… dan sebentar lagi tanpa terasa, rambutku beruban, tanpa terasa aku akan menemui ajal…. Insya Allah..
dan aku sudah memasrahkan tujuanku padaNYA, aku adalah miliknya, dan kepadaNYA lah aku akan kembali.
Dia lah tujuan ku…
ketika kita ingin pergi ke Aceh, tujuan kita adalah Aceh, bukankah kita harus cari tahu dulu, karakter Aceh itu seperti apa. dinginkah atau panaskah? dan kita mempersiapkan diri untuk keberangkatan kita , mempersiapkan bekal apa saja untuk hidup di sana. setelah itu, bukankah kita juga harus tahu bagaimana cara kita untuk sampai ke sana? agar kita mencapainya….
begitupun ketika aku putuskan bahwa tujuan hidupku adalah Dia, maka aku harus tahu ilmu tentangNYA, apa yang disukainya, apa yang tidak disukaiNYA. bukan itu saja, aku pun harus terus belajar mencari tahu bagaimana agar aku bisa mencapai tujuanku itu kan?
Masing-masing orang memiliki tingkat ilmunya masing-masing, dan semakin tinggi ilmunya, kesempatan itu semakin besar untuk bisa mencapaiNya. walaupun aku yakin betul, sampai dunia kiamatpun ilmu itu tak akan pernah habis. oleh sebab itu aku harus belajar terus untuk menjadi lebih baik, agar aku bisa kembali padaNya dalam keadaan terbaik, keadaan yang paling baik selama aku ada di dunia ini..
Dan agar aku bisa menemuiNya dalam keadaan paling berbahagia dalam hidupku, dalam keadaan tersenyum dan cinta padaNYa…
itulah sebabnya kenapa aku berprinsip ini dan itu… dan tolong hargailah, karena aku mengambil suatu prinsip tak akan jauh-jauh dari apa yang diperintahkanNYA..
karena dialah satu-satunya kebenaran yang sebenar-benarnya… ga akan tendensius, ga akan pernah subjektif untuk menguntungkan suatu pihak…
tapi keuntungan itu bagi semuanya kok…
Maaf, Sorry I have to say this…
Dan aku berdoa, semoga Allah akan selalu membuat kita semakin baik dan semakin baik lagi….
memang banyak hal yang ga nyambung dengan inti permasalahan, aku hanya bermaksud menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaanku, jadi tolong dimaklumi andai kalimatnya membingungkan… Mas ga harus berfiikir seperti yang aku fikir, tapi aku yakin Mas sekarang akan memandangku dengan cara pandang yang berbeda dari sebelumnya….
terima kasih buat semuanya…

Iklan

2 Tanggapan

  1. Salam kenal.

    Aku jadi ingat pada apa yang baru saja kutulis.

    … kejelasan yang kita butuhkan bukanlah mengenai istilah hubungan tersebut. Sebab, pemahaman kita mengenai istilah-istilah biasanya berlainan. Penegasan status “aku pacarmu” atau pun “aku bukan pacarmu” kurang berguna apabila pemahamanmu mengenai “hak dan kewajiban pacar” itu berbeda dengan pemahamannya.

    Untuk uraian selengkapnya, silakan simak “Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

    • Lam kenal juga. iya maturnuwun atas komen-nya, he he he
      ini artikel Anda sedang saya buka. sekali lagi makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: