Relaksasi

TAHAP RELAKSASI MENURUT HERBERT BENSON
1.    Pilih kalimat pendek. Sebaliknya, kalimat yang berakar kuat dalam diri. Karena kalimat ini akan menjadi focus relaksasi.
2.    Duduk tenang dalam posisi nyaman.
3.    Tutup mata perlahan.
4.    Kendurkan otot-otot tubuh.
5.    Tarik nafas perlahan dan teratur. Secara bersamaan, ulangi kata atau kalimat, atau mungkin doa, yang menjadi focus. Lakukan berulang sambil mengembuskan nafas.
6.    Ambil sikap pasif. Jangan dulu khawatir berhasil atau tidaknya kegiatan relaksasi ini. Jika ada pikiran lain yang merembes masuk, katakana saja kepada diri:”tidak apa-apa”, dan secara perlahan lanjutkan doa dan kata focus tadi.
7.    Lakukan selama sepuluh menit atau dua puluh menit.
8.    Saat usai, jangan langsung berdiri. Teruslah duduk tenang selama satu menit atau lebih. Kemudian bukalah mata secara perlahan. Duduk lagi selama satu menit atau lebih sebelum berdiri.
9.    Lakukan kegiatan ini minimal sekali sehari.

SHALAT DAN RESPON RELAKSASI
Menurut Herbert Benson, kombinasi antara teknik relaksasi yang baik dan kuatnya keyakinan merupakan factor kunci keberhasilan relaksasi. Benson telah memberi contoh beberapa doa – dalam beberapa agama – yang dapat menjadi kata focus ketika seseorang melakukan meditasi atau tafakur.
Shalat yang dilakukan secara serius dapat menjadi sarana respons relaksasi tubuh yang lebih baik. Niat yang ikhlas, yang dipatrikan ketika hendak shalat, merupakan awal yang baik dalam memunculkan reaksi relaks dari tubuh. Tekad yang diucapkan melalui doa iftitah memberi suasana yang memudahkan konsentrasi bagi pikiran. Konsentrasi pikiran adalah kunci keberhasilan shalat. Sekaligus, dalam aspek yang lain, kunci kesuksesan sebuah relaksasi.
Konsentrasi pikiran yang berpadu dengan gerakan teratur shalat dapat menghasilkan respons tubuh, antara lain, menurunnya tekanan darah atau teraturnya dnyut nadi. Gerakan shalat itu sendiri adalah gerakan fisiologis tubuh. Artinya, gerakan itu merupakan gerakan alamiah yang mengikuti bentuk anatomis tubuh. Sehingga bagi tubuh, gerakan-gerakan itu tidak asing dan aneh. Walaupun begitu, adalah keliru menjadikan alasan relaksasi sebagai alasan melakukan shalat.

Disadur dari “Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al Quran”,
Taufiq Pasiak.

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: