Kenapa Nangis Pak?

mungkin sudah bertahun-tahun aku tidak sholat berjamaah dengan bapak. petag ini, Allah memberiku kesempatan padaku untuk merasakannya lagi. aku tak ingat kapan terakhir kali aku bermakmum sama bapak. sepertinya sudah sangat-sangat lama… lama sekali…
hhh………. aku tak tahu perasaan apa yang terjadi saat itu…
di rakaat pertama bapak masih membaca suratan dengan lancar, di rakaat kedua… suaranya terdengar sedikit bergetar…. seperti orang menahan tangis… tapi aku berusaha konsen ke sholat, jadi aku sudah tak memperhatikannya lagi..
setelah salam, bapak terdiam… dan aku bisa dengar isak tangis tertahan dari bapak. awalnya aku bisa menahan air mata yang seakan ingin menyertai tangis bapak. namun, ternyata tetap saja ada beberapa butir air mata yang ikut mengalir….
dalam hati aku bertanya, mengapa bapak menangis? dan sebenernya ingin menanyakan itu ke bapak, tapi…. aku tak tahu caranya…
segera aku hapus air mata yang tak diundang itu, aku ga mau bapak melihatku menangis, aku ingin bapak selalu melihatku tersenyum dan tak pernah merasa bersedih, aku pingin bapak selalu melihatku kuat dan tegar…
walaupun…. di dasar hatiku… aku menangis sedih…
Ibu… dan Bapak, aku sayang banget sama kalian…
hanya saja aku tak tahu cara mengungkapkannya…
aku ingin kalian tahu, kalau aku kuat, aku tegar, dan aku bahagia
aku ingin kalian selalu melihatku tersenyum..
aku tak ingin kalian tahu, kalau sebenernya dalam hati kecilku aku sering kesepian, menangis sendirian, mencari teman untuk kusandarkan kepalaku ke pundaknya…
aku tak ingin kalian tahu, bahwa aku kadang lelah….
dulu aku sering bertanya, kenapa mesti aku ya Allah? kenapa aku yang mengalami cobaan seperti ini?
dan sekarang, aku tahu jawabannya…
karena Allah tahu aku kuat memikul ujian ini
dan aku pun tahu sekarang, memang aku mampu melewatinya…
Always learn to love U, ya Rabb
aku percaya padaMu…
Thanx 4 all….
30 Desember 2008 21.30

lirik lagu

….

takkan pernah ada yang lain di sisi
segenap jiwa hanya untukmu
dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
kuingin kau di sini
terpiskan sepiku bersamamu….
hingga akhir waktu…

….

Pak, Ma, takkan pernah ada yang lain…
sampai kapanpun…
ibuku, Sri Riyanti
dan bapakku, Sutarno…

Ya Allah, terima kasih.. walau cuma sebentar, Engkau masih memberi kesempatan padaku untuk merasakan apa itu keluarga…

Iklan

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: